Logo_jak-tv_10x10 KETUA UMUM PKB MUHAIMIN ISKANDAR : KOALISI PARTAI BERBASIS ISLAM MENARIK MESKI TIDAK REALISTIS Logo_jak-tv_10x10 BPJS : 15,2 JUTA TENAGA KERJA DITARGETKAN MENJADI PESERTA AKTIF BPJS TAHUN 2014 Logo_jak-tv_10x10 ISRAEL DAN PALESTINA MERUNDINGKAN UPAYA PERPANJANGAN WAKTU PERDAMAIAN KEDUA NEGARA DISAKSIKAN AMERIKA SERIKAT Logo_jak-tv_10x10 KPAI : UU PERLINDUNGAN ANAK HARUS DITINJAU KEMBALI KARENA HUKUMAN 15 TAHUN PENJARA TIDAK CUKUP UNTUK PELAKU Logo_jak-tv_10x10 DAHLAN ISKAN : DENGAN SAHAM HANYA 9,3 % PEMERINTAH TAK BISA BERBUAT BANYAK UNTUK DEVIDEN DARI FREEPORT Logo_jak-tv_10x10 KPU MINTA POLRI TINGKATKAN PENGAMANAN UNTUK TAHAPAN PEMILU PRESIDEN 2014 Logo_jak-tv_10x10 RATUSAN MAHASISWA MENGELAR AKSI UNJUK RASA SEBAGAI BENTUK PENOLAKAN KEDATANGAN JOKOWI KE KAMPUS ITB HARI INI Logo_jak-tv_10x10 KEMENDIKBUD MEMBERI WAKTU SEMINGGU KEPADA JIS UNTUK MENGURUS IZIN OPERASIONAL SEKOLAH TK Logo_jak-tv_10x10 POLRI TURUNKAN SYARAT PENERIMAAN CALON BRIGADIR POLRI UNTUK MEMBERIKAN KESEMPATAN PEMINAT LEBIH BESAR TAHUN INI Logo_jak-tv_10x10 SURYADHARMA ALI : PEMECATAN SEJUMLAH KADER PPP HARGA MATI YANG TIDAK DAPAT DITAWAR DEMI KEPENTINGAN ORGANISASI Logo_jak-tv_10x10 WAMENKEU BAMBANG BRODJONEGORO : TDL UNTUK MASYARAKAT HARUS KEMBALI PADA HARGA KEEKONOMIAN Logo_jak-tv_10x10 PT. KAI : KEMENHUB HARUS SELESAIKAN PROYEK DOUBLE TRACK JALUR MANGGARAI-BEKASI UNTUK SOLUSI KETERLAMBATAN KERETA Logo_jak-tv_10x10 PT KAI MINTA MAAF ATAS KURANGNYA LAYANAN COMMUTER LINE KEPADA PARA PENUMPANG YANG BERUNJUK RASA DI STASIUN BEKASI Logo_jak-tv_10x10 PULUHAN APARAT KEAMANAN MENJAGA BLOKADE PENUMPANG KERETA YANG MELAKUKAN AKSI DEMONSTRASI DI STASIUN BEKASI Logo_jak-tv_10x10 KETUA DPP PPP RUSLI EFFENDY : PEMECATAN TERHADAP 6 ELITE PPP MELANGGAR AD/ART PARTAI Logo_jak-tv_10x10 TNI BANTAH PANGLIMA TNI MEMOHON MAAF KEPADA PEMERINTAH SINGAPURA TERKAIT PENAMAAN KRI USMAN HARUN Logo_jak-tv_10x10 JAKTV MEMBUTUHKAN PRESENTER BERITA / NEWS ANCHOR BERPENGALAMAN, KIRIM LAMARAN KE jobs@jak-tv.com atau jobs.jaktv@gmail.com Logo_jak-tv_10x10 WARTAWAN JAKTV DILARANG MENERIMA IMBALAN DALAM MENJALANKAN TUGAS